Senin, 25 Oktober 2010

pertumbuhan penduduk


Laju Pertumbuhan Penduduk Ibarat Kanker

MEDAN (Berita): Laju pertumbuhan penduduk Sumatera Utara (Sumut) menurut hasil sensus penduduk tahun 2010 mencapai 1,11 persen/tahun, dengan angka sex ration jumlah penduduk sebesar 12.985.075 jiwa.
“Angka pertumbuhan penduduk Sumut masih mengkhawatirkan. Jumlah penduduk Sumut berdasarkan hasil sensus mencapai 12 juta lebih jiwa. Ini harus segera diantisipasi sesegera mungkin melalui berbagai kebijakan,  strategi, progra dan kegiatan yang terfokus pada upaya
penurunan angka kelahiran tersebut termasuk angka kematian ibu melahirkan,” kata Gubsu H Syamsul Arifin SE pada perencanaan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan tingkat Propinsi Sumut tahun 2010, di Lapangan Merdeka Jl Sudirman Kota Binjai, Selasa (12/10).
Gubsu menyatakan, pertumbuhan penduduk Sumut belakangan ini ibarat kanker, yang jikan tidak diantisipasi dengan cepat dikhawatirkan akan terjadi ledakan kelahiran bayi (baby boom) di Sumut. “Sumut merupakan propinsi dengan jumlah  penduduk terbesar ke empat di Indonesia , setelah Jabar, Jatim dan Jateng,” ujarnya.
Di sisi lain yang menjadi kendala atau tantangan dalam menekan lajunya pertumbuhan penduduk di Sumut terkait dengan kharateristik ragam wilayah, suku, agama, budaya yang sulit dirubah. “Melalui momentum ini, kita tingkatkan kerjasama yang baik antara TP PKK Propinsi Sumut, BKKBN, Dinkes, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan pemerintahan desa se-Sumut untuk berperan aktif dalam memprogramkan kependudukan berencana serta kesehatan yang merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia,” katanya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Propinsi Sumut, Hj Fatimah Habibie Syamsul Arifin menambahkan, pelaksanaan program KB yang dipadukan dengan program kesehatan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi penurunan tingkat kelahiran dan kematian ibu dan bayi, dalam rangka mewujudkan manusia berkualitas.
“Untuk mendukung keberhasilan program kesatuan gerak PKK-KB-Kesehatan, diimbau agar PKK untuk ikutserta aktif melaksanakan secara subjek dan objek, program kependudukan dan KB serta kesehatan, demi meningkatkan mutu pelayanan dan percepatan membangun keluarga kecil dan sehat,” paparnya.
Dikatakannya, tujuan dari pelaksanaan pencanangan kesatuan gerak PKK-KB-Kesehatan, meliputi tersosialisasikan berbagai program dalam rangka momentum kesatuan gerak PKK-KB-Kesehatan kepada masyarakat luas, meningkatkan cakupan kesertaan ber-KB para pasangan usia subur dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap arti pentingnnya kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.
Walikota Binjai, HM Idaham SH MSi mengharapkan, pencanangan kesatuan gerak PKK-KB-Kesehatan tingkat Propinsi Sumut tahun 2010 memberikan manfaat dan kontribusi bagi kemajuan program keluarga berencana baik tingkat daerah hingga nasional. “Momen ini agar dijadikan sebagai kebulatan tekad serta kesatuan langkah bagi kader PKK, kader KB dan kesehatan serta masyarakat Sumut dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat pra sejahtera dan pra sejahtera I,” katanya.(pan)

Pertumbuhan Penduduk Papua Tertinggi di Indonesia


DEMOGRAFI
Pertumbuhan Penduduk Papua Tertinggi di Indonesia
Jayapura, Kompas - Hasil sensus penduduk Provinsi Papua 2010 menunjukkan, jumlah penduduk di provinsi paling timur Nusantara itu mencapai 2.851.999 jiwa. Laju pertumbuhan penduduk Papua mencapai 5,55 persen per tahun. Angka ini jauh lebih tinggi daripada angka nasional 1,49 persen.
Hal itu dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Papua JA Djarot Soetanto, Senin (16/8) di Jayapura. Hasil telaah BPS Papua ini masih bersifat sementara. Masih ada kelanjutan data, seperti komposisi jumlah penduduk berdasarkan suku, migrasi, dan kelahiran/kematian.
Laju pertumbuhan penduduk Provinsi Papua tertinggi berada di Kabupaten Deiyai (18,91 persen), disusul Kabupaten Nduga (14,43 persen), dan terendah Kabupaten Mamberamo Raya (0,02 persen).
Sunoto, anggota staf BPS Papua, menyatakan, tingginya laju pertumbuhan penduduk bisa jadi karena fenomena hard rock. Laju pertumbuhan terlihat tinggi karena awalnya jumlah penduduk kecil. Jadi, ketika bertambah, persentasenya kelihatan besar.
Menurut Sunoto, tingginya laju pertumbuhan penduduk Papua disebabkan beberapa faktor. Pertama, sensus penduduk sebelumnya, tahun 2000, tidak berlangsung maksimal karena situasi politik memanas. Saat itu tuntutan referendum dan kemerdekaan Papua membuat beberapa kabupaten menolak disensus.
Kedua, adanya pemekaran daerah, banyak wilayah bisa diakses sehingga pendataan lebih akurat. Djarot mengatakan, jumlah pria lebih besar daripada perempuan. Jumlah penduduk pria 1.510.285 jiwa dan jumlah penduduk perempuan 1.341.714 jiwa.
Perbandingan jenis kelamin penduduk Papua mencapai 1 : 13. Artinya, jumlah penduduk lelaki 13 persen lebih banyak daripada jumlah penduduk perempuan. Kabupaten dengan perbandingan jenis kelamin tertinggi adalah Kabupaten Mimika (1 : 30) disusul Sarmi (1 : 24), dan terendah Kabupaten Dogiyai (1 : 2).
Kepadatan tertinggi berada di Kota Jayapura dengan 278 jiwa per kilometer persegi disusul Kabupaten Biak (58 jiwa per kilometer persegi). Sementara Kabupaten Mamberamo Raya paling jarang penduduknya dengan 1 orang per kilometer persegi.
(ich)


0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by endang dafa | Blogger by kuskusshop - Dafa Themes | Online Project kuskusshop
Feed facebook twitter bookmark G+ textgeneratorfb